//Era Baru Kesehatan Mental Indonesia: sebuah Kisah dari Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ)

Era Baru Kesehatan Mental Indonesia: sebuah Kisah dari Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ)

Oleh Alifa Syamantha Putri, Moya Aritisna, Afrina E.S. Br. Sagala, Gartika Nurani Erawan, I Putu Ardika Yana, D. Martiningtyas, Sarita Matulu, Sustriana Saragih, Niken Kitaka Sari, Nadia Ihsana Ferhat, Patricia Meta Puspitasari, Yova Tri Yolanda, Subandi

Besarnya jumlah masyarakat dengan gangguan jiwa di Indonesia membuat cara penanganan masalah gangguan jiwa tradisional secara individual menjadi kurang efektif dalam proses penanganan gangguan jiwa di Indonesia. Penanganan kesehatan mental berbasis komunitas menjadi pilihan yang lebih efektif dan efisien dalam proses penanganan gangguan jiwa. Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) yang merupakan perngembangan dari program Desa Siaga hadir sebagai salah satu bentuk penanganan kesehatan mental berbasis komunitas. Salah satu contoh DSSJ di daerah Yogyakarta terletak di Desa Selomartani, Kalasan, Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses awal pembentukan, penerapan dan kendala DSSJ di Desa Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta sehingga dapat memberikan rekomendasi ataupun saran guna meningkatkan program DSSJ agar dapat menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Pengambilan data menggunakan wawancara dan diskusi kelompok terarah. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah 19 orang kader DSSJ di Desa Selomartani. Hasil yang didapatkan dari penelitian berupa kemampuan kader dalam memahami secara jelas sistem DSSJ di Desa Selomartani, peran mereka dalam DSSJ dan konsekuensi yang dihadapi selama menjadi kader DSSJ. Penemuan baru didapatkan selama proses penelitian adalah “compassion fatigue atau secondary trauma stress” yaitu gangguan traumatis yang dialami oleh kader dalam penanganan pasien.

Selengkapnya